Kampus Biru Di ‘Dzalimi’

Posted on 11/07/2010

5


Kampus Biru merupakan salah satu lembaga pendidikan yang telah memberi kontribusi besar dalam perkembangan dunia pendidikan di kota paguntaka, Tarakan. Khususnya dunia teknologi dan komunikasi. Sejak berdirinya, PPKIA (masih berupa lembaga kursus biasa) hingga menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer, telah banyak tenaga ahli/sarjana dibidang komputer yang lahir dari sana. WarNet-WarNet yang dulunya hanya ada dibeberapa tempat saja dan pengunjungnya pun bisa dikatakan sangat jarang, sebab pengetahuan masyarakat pada waktu itu tentang manfaat internet dalam hal ini dunia teknologi dan komunikasi terbatas sekali, namun kini telah tumbuh bak jamur di musim hujan. Distributor-distributor peralatan elektronik seperti, komputer beserta asesoriesnya menemukan lahan usaha yang cukup menjanjikan, penyedia jasa pemasangan jaringan komputer yang sebelumnya harus mendatangkan tim ahli jaringan dari luar kota Tarakan, kini hal itu sudah menjadi hal yang langka sebab sudah banyak putra-putri daerah yang tak kalah kualitas pengetahuannya dalam bidang yang sama.

Notebook sudah menjadi bukan barang yang lux dan hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu saja, kini sudah menjadi tentengan anak-anak sekolah dan hal itu sudah dianggap hal yang biasa-biasa saja. Peran serta masyarakat kota Tarakan didunia maya sudah tidak bisa dihitung besar nominalnya, sebab dalam hitungan detik ada saja sumbangsih pemikiran masyarakat Tarakan yang ikut mewarnai opini dunia melalui teknologi dan komunikasi dalam hal ini, internet. Perkembangan informasi dunia yang paling update sekalipun sudah menjadi topik pembicaraan sehari-hari masyarakat kota Tarakan. Arus informasi yang demikian cepat menjadikan kota paguntaka berkembang jauh lebih cepat dan bahkan menjadi pesaing yang paling kompetitif bagi wilayah-wilayah berkembang lainnya, seperti Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak dan wilayah-wilayah lainnya.

Dari tahun ke tahun, gaung prestasi mahasiswa PPKIA kian terdengar, tidak sedikit alumni PPKIA yang sudah berhasil menempati posisi-posisi penting dalam pemerintahan kota Tarakan, tentunya setelah melalui proses persaingan yang ketat diantara pesaing-pesaing dari lembaga pendidikan/universitas-universitas unggulan lainnya baik yang berasal dari  dalam kota Tarakan maupun dari luar, bersaing secara fear dalam proses perekrutan calon pegawai negeri pemerintah kota Tarakan. Prestasi tersebut menjadi magnet yang amat kuat yang menarik minat masyarakat Tarakan untuk menimba ilmu di PPKIA. Animo masyarakat yang demikian besarnya membuat PPKIA yang dulunya hanya sebatas lembaga kursus biasa, kini dalam waktu yang sangat singkat sudah menjadi salah satu Sekolah Tinggi yang prestisius. Baru-baru ini di bulan Mei 2010, STMIK PPKIA mewakili Kalimantan Timur turut serta  mengikuti ajang kontes robot cerdas bergengsi yang dilaksanakan oleh pihak DIKTI setiap tahunnya, STMIK PPKIA mengutus beberapa mahasiswanya untuk ikut mengadu kemampuan membangun robot yang cerdas bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari perguruan-perguruan tinggi tersohor lainnya  dari seluruh Indonesia.

Upaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Tarakan sudah tidak bisa dipungkiri lagi, terbukti, fasilitas-fasilitas perkuliahan yang lengkap, kondisi belajar yang kondusif, kemudahan-kemudahan yang diberikan untuk mahasiswa yang kurang mampu yang kuliah di PPKIA, menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan ini layak untuk menyemat gelar ‘Pelita Ilmu Pengetahuan’. Upaya-upaya tersebut mewujudkannya tidaklah semudah yang bisa dibayangkan. Batu-batu ganjalan selalu menghadang dan menggangu cepatnya roda STMIK PPKIA berputar, sehingga dibutuhkan kesabaran, keuletan, komitmen dan strategi dalam mengatasinya, hingga sekecil apapun bentuk bantuan pemerintah kota Tarakan akan menjadi obat penyembuh spirit perjuangan lembaga pendidikan tersebut untuk tetap eksis dalam mengemban peranannya, berpartisipasi turut mencerdaskan anak bangsa.

Strategi pembangunan kota Tarakan yang dilaksanakan oleh pejabat pemerintah kota Tarakan yang saat ini sedang menjabat sangat apik dan terencana dengan baik. Namun sangat disayangkan strategi yang apik tersebut memperkecil peluang STMIK PPKIA untuk berkembang lebih lanjut. Bertameng dengan aturan tata kota yang telah dirancang sebelumnya yang kalau mau dikaji dan dicermati dengan seksama aturan tersebut hanya diberlakukan untuk meng-handle pesatnya kemajuan STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan. Terbukti aturan tata kota tersebut tidak menyentuh sedikitpun lembaga pendidikan yang lainnya yang berdiri tidak jauh dari lokasi rencana pembangunan kampus biru [STMIK PPKIA]. Segala upaya positif telah dilakukan dalam usaha meloloskan keluar surat ijin membangun kampus. Namun apa daya, STMIK PPKIA dalam hal ini pengelola harus taat dengan aturan yang ada. Kontribusi STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan yang demikian besarnya terhadap dunia pendidikan Tarakan, tidak mampu membuka mata hati para pejabat pemerintah Tarakan untuk membalasnya, sekalipun hanya untuk sebuah ijin membangun kampus di tanah yang sah milik sendiri yang notabene bukan milik orang lain.

Kampus biru yang ‘malang’ yang berasal dari kota Malang yang telah mampu turut serta membangun kota Tarakan. Betapa jasa-jasamu telah dilupakan. Kau tahan badainya konflik internal, kau rangkul dengan kehangatan orang-orang yang mengkritisi yang notabene tidak pernah mau memperjuangkan nasibmu, kau terangi gelapnya kebodohan yang melanda kota Tarakan sebelumnya, kau tambah bendahara prestasi pemerintah Tarakan dalam dunia pendidikan tanpa secuil pamrih.  Kalau ini adalah sebuah kedzaliman, maka kemuliaan namamu tak akan pernah pupus digerogoti sejarah. Suatu saat kau akan berdiri megah yang tak akan pernah goyah hingga Allah yang menghendakinya.

[Fitriansyah Ahmad, Alumni AMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan, mahasiswa angkatan 2003]


Posted in: Pikiran