Isra’ Miraj dan Penaklukan Palestina

Posted on 28/06/2010

1


Dibalik penaklukan Palestina [Masjidil Aqsa] erat kaitannya dengan upaya menguasai situs sejarah yang memiliki muatan teknologi yang muncul setelah peristiwa fenomenal yaitu Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Perjalanan Nabi dari Masjidil Haram, di Makkah, dimulai sekitar setelah selesai shalat Isya’ menuju ke Masjidil Aqsa, di Madinah, kemudian naik ke langit hingga sampai ke Sidratul Muntaha, di Sidratul Muntaha mendapat perintah langsung dari Allah akan wajibnya shalat lima waktu, kemudian turun lagi ke bumi yakni di Masjidil Aqsa di Madinah yang dilanjutkan langsung ke Masjidil Haram, di Makkah tiba pada waktu sebelum masuk waktu  shalat Subuh. Sebuah perjalanan yang sangat singkat untuk sebuah jarak tempuh perjalanan yang luar biasa jauhnya bila mau dihitung secara matematis, belum lagi diukur dari sisi kecepatan yang ada kaitannya dengan kendaraan yang digunakan. Entah teknologi yang seperti apa yang telah diterapkan pada kendaraan tersebut hingga aman dari pengaruh gesekan atmosfir sehingga Muhammad SAW yang mengendarainya tidak rusak dan putus sehelaipun dari rambut beliau.

Namun, saat ini misteri kendaraan Muhammad SAW tersebut masih belum bisa dipecahkan rahasia teknologinya. Yang terjadi saat ini adalah pembuatan lorong-lorong bawah tanah, tepatnya dibawah Masjidil Aqsa, sepertinya para pakar penelitian, Yahudi menemukan sedikit rahasia disekitar tempat naiknya Muhammad SAW Menuju Sidratul Muntaha. Salah satu yang menjadi fenomena keajaiban dunia yang terdapat di area tersebut adalah ditemukannya sebongkah batu yang mengambang hingga saat ini.

Saat ini area tempat batu mengambang tersebut ditutup untuk umum oleh orang yahudi, padahal area tersebut adalah notabene situs sejarah milik umat Islam. Selain sebagai bukti sejarah bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah adalah bukan dongeng semata akan tetapi memang benar-benar terjadi, batu mengambang tersebut adalah objek kajian ilmiah yang sarat dengan muatan teknologi masa depan, dan itu adalah miliknya umat Islam. Apa yang menjadi landasan tindakan orang yahudi menutup objek ilmiah tersebut? pasti karena keserakahan dan ingin menguasai hasil temuan tersebut tanpa ada umat yang lain, umat yang lain itu adalah pewaris tunggal situs sejarah, objek ilmiah yang muncul karena kemuliaan pelaku sejarah sekaligus tokoh utama peristiwa fenomenal yang menyebabkan batu tersebut mengambang, yakni umat Islam.

Eksploitasi situs sejarah tersebut tidak akan maksimal , bila hak kelola wilayah tempat batu mengambang tersebut tidak dimiliki secara utuh. Langkah awal yang dilakukan oleh zionis Israel dalam hal ini dedengkot yahudi adalah mengelabui pengetahuan dunia tentang masjidil Aqsa, khususnya pengetahuan Umat Islam. Masjidil Aqsa akan di runtuhkan dan akan digantikan oleh markas proyek penelitian terhadap rahasia teknologi yang terdapat di wilayah masjid tersebut. Meruntuhkan Masjidil Aqsa dan menggantikannya dengan bangunan yang baru, tidak akan dilakukan hingga Palestina dikuasai sepenuhnya dan negara Zionis Israel berdiri disana.

Fakta sejarah tidak bisa disembunyikan, 70% warga Amerika di setir oleh 30% bangsa Yahudi yang meng-arsitektur-i berdirinya negara zionis Israel. Setelah berabad-abad lamanya menjadikan Amerika sebagai pusat peradaban dunia dengan harapan semua temuan-temuan teknologi masa depan berkiblat kesana, namun sumber daya alam dan pelbagai objek penelitian yang sarat dengan teknologi masa depan yang dimiliki Amerika kalah kualitas dengan sumber daya alam dan ragam objek ilmiah yang dimiliki oleh negara Palestina. Maka tidak mengherankan, bila Amerika yang dikuasai oleh segelintir orang yahudi tidak bisa menghentikan keinginan bejat Zionis Israel merampas tanah milik orang-orang Palestina. Segala cara kotor digunakan untuk menaklukkan Palestina untuk mewujudkan negara Israel La’natullahi alaihim, kulluhum.

About these ads
Posted in: Pikiran